Rabu, 27 Juli 2011

Welcome to Bandung..Paris van Java..Gemah Ripah Repeh Rapih..(episode 2)


Melanjutkan kisah saya di Bandung episode 1 lalu, sekarang saya sedikit bercerita tentang wisata alam di Bandung dan sekitarnya. Mengapa cerita wisata alam?? Karena wisata alam lebih aman dibanding cerita kehidupan malam metropolitan Bandung tentunya. hehehe.. *maluah.

Gunung Tangkuban Perahu dilihat dari daerah Braga, Bandung (Canon EOS 1000D)

Dulu waktu masih muda (baca : zaman SD.red) Ibu Guru pernah mengisahkan kisah seorang anak yang jatuh cinta pada ibunya, lalu sang ibu yang tentu saja tak menginginkan cinta tersebut, menitahkan kepada sang anak untuk membuat bendungan dengan perahu yang harus jadi dalam tempo yang sesingkat-singkatnya sebelum fajar menyingsing. Lalu dia curangi anaknya dengan membangunkan ayam jago lebih pagi agar si anak gagal melaksanakan titahnya. Mengetahui bahwa ia gagal, sang anak pun dengan amarah yang memuncak menendang perahu buatannya hingga terbalik. Lalu dengan segala keajaiban yang ada berubahlah perahu tersebut menjadi gunung yang sekarang dikenal dengan nama Gunung Tangkuban Perahu (perahu yang menelungkub) *maksa. Demi menjaga mu'ruwah, nama tokoh tidak saya sebutkan. *mikir.

Jalan menuju Gunung Tangkuban Perahu (Kodak M863)

Bandung Utara punya banyak objek wisata alam, selain Gunung Tangkuban Perahu ada juga Wisata Air Panas Ciater, Taman Hutan Raya Ir. Juanda yang didalamnya terdapat Goa Jepang, Goa Belanda dan beberapa Curug yang saya lupa namanya. *pikun.

"Air terjun" di kawasan Wisata Air Panas Ciater (Canon EOS 1000D)

Di wisata alam tersebut biasanya juga dilengkapi dengan aneka "permainan" seperti Area Outbond, Rally Gokart, Paintball, dan masih banyak lagi jenis permainan lainnya. Bisa dibilang jenis-jenis permainan ini sebagai bentuk "pelarian" jika anda merasa bosan dengan wisata alam yang "itu-itu saja".

Mobil Gokart yang saya gunakan ini, berhasil saya "rusak" akibat gaya menyetir saya yang liar (baca : akibat berat badan saya yang over.red) (Canon EOS 1000D)

Dari Bandung Utara beranjak ke Bandung Selatan. Rute yang saya lewati adalah Bandung - Soreang - Ciwidey. Saat pertama kali ke Bandung Selatan, saya berangkat sekitar pukul 05.00 pagi dari Bandung, mendapati Sunrise yang cukup menawan di sekitar Soreang. Melanjutkan perjalanan menuju kawah putih di pagi hari, tubuh berlemak tebal ini tak kuasa menahan dingin yang menembus tulang. *lebay dikit. Itu semua karena perjalanan ini saya tempuh dengan naik motor "Mio", yaa skutermatik kecil bernama "Mio". Bersama sepupu saya yang berbadan sedang, saya yang berbadan "agak besar" dibonceng dibelakang. Kadang kami harus menuntun motor "Mio" tersebut karena sudah tak kuasa lagi menahan "beban" saat perjalanan menuju Kawah Putih. *sedih.

Sunrise di daerah Soreang Bandung (Kodak M863)

Kebun Stroberi yang menjamur di dataran tinggi menuju Kawah Putih (Kodak M863)

Kawah Putih, daerah wisata yang makin terkenal karena dijadikan latar film "Heart" yang diperankan Irwansyah dan Acha Septriasa *nari pom-pom. Daerah yang kaya akan belerang ini sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki gangguan pernapasan. Sangat Berbahaya..!! *biar makin tegang, biar kaya si @poconggg . Apalagi ketika kabut mulai naik, saya yang punya masalah pernapasan bisa tiba-tiba merasa sesak. *sedih.

Bersama rekan-rekan kerja berpose di Kawah Putih Ciwidey (Canon EOS 1000D)

Hati-hati jika kita mau berwisata alam ke Kawah Putih Ciwidey. Selain keadaan alam yang ekstrim, Kawah Putih Ciwidey pun terkenal dengan harga tiket masuk yang terlalu mahal dan sarana prasarana yang minim untuk menjadi sebuah objek wisata alam favorit. Butuh "trik" khusus agar kita bisa nyaman berwisata kesana. *senyum-senyum licik.

Seekor ulat di pintu masuk Kawah Putih Ciwidey (Kodak M863)


Pengunjung "Dilarang Parkir" di kawasan Situ Patenggang (Canon EOS 1000D)

Jika berwisata alam ke daerah Bandung Selatan kurang lengkap rasanya jika tidak sekalian mengunjungi perkebunan teh Rancabali dan Situ Patenggang yang masih masuk ke dalam wilayan Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung. *belajar Geografi. Di tengah-tengah Situ Patenggang terdapat situs yang dikenal sebagai "Batu Cinta" yang menjadi "selling point" dari objek wisata tersebut. Di "Batu Cinta" tersebut konon dipercaya dapat mempererat hubungan kasih dua anak manusia yang terikat tali asmara. *galau. Kalau saya lebih percaya, "Batu Cinta" tersebut dapat menjadi sumber mata pencaharian tukang perahu yang menawarkan jasa berwisata keliling "Batu Cinta" tersebut daripada menjadi "sumber jodoh" pasangan anak manusia yang memadu kasih disana. *makin galau.

Kawasan Kebun Teh Rancabali, Ciwidey (Kodak M863)

Demikian cerita singkat saya dari sedikit pengalaman wisata alam di daerah Bandung dan sekitarnya. Kurang lebihnya saya minta maaf karena beberapa hari lagi kita akan menjalankan ibadah puasa. *salaman.

Mohon maaf lahir dan batin. Semoga selalu diberikan rahmat dan berkah dari Allah selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan tahun ini. *pildacil.

Salam Traveler..

Aku kan menjelajahimu Indonesiaku.. Batavia 29 July '11 18.34 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar